Thursday, May 1, 2025

Tanggapan untuk Kasus Penyalahgunaan di Kota Pendidikan Meningkat

Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kota 

Pendidikan Meningkat 


 Selasa, 15 Agustus 2017 - 21:06 WIB




MALANG - Penyalagunaan dan peredaran narkoba di Kota Malang, semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, jumlah kasus yang berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota terus mengalami peningkatan. 

Peningkatan jumlah kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kota pendidikan ini terungkap saat Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota, melakukan pemusnahan barang bukti berbagai jenis narkoba pada Selasa (15/8/2017). 

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota AKP Imam Mustaji menyebutkan, sepanjang tahun 2016, tercatat ada sebanyak 198 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap. Sementara selama bulan Januari sampai pertengahan bulan Agustus 2017 ini, sudah ada sebanyak 197 kasus yang berhasil diungkap.

“Selama bulan Juli saja, tercatat ada sebanyak 48 kasus yang berhasil diungkap. Kasus ini melibatkan sebanyak 12 jaringan dengan jumlah tersangka mencapai 52 orang,” kata AKP Imam Mustaji.

Barang bukti dari hasil pengungkapan kasus selama bulan Juli, terdiri dari ganja seberat 3,949 kg; 1,77 gram sabu; 690 butir ekstasi; dan sebanyak 254.811 butir pil LL. Barang bukti ini rata-rata diproduksi di luar kota, lalu diedarkan di Kota Malang yang banyak dihuni mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Rata-rata konsumen dari barang haram tersebut merupakan mahasiswa. Mereka berada di wilayah Kecamatan Blimbing; Kecamatan Klojen; dan Kecamatan Lowokwaru. Para tersangka yang berhasil ditangkap, diakuinya sebanyak 30% merupakan residivis atas kasus yang sama. Sementara sisanya merupakan tersangka baru tetapi sudah pada tingkat sebagai kurir.

Upaya penanggulangan dan pencegahan terus dilakukan dengan tindakan preventif. Salah satunya dengan mendatangi sekolah, kampus, hingga ke tingkat RT dan RW, untuk melakukan penyuluhan bahaya penggunaan narkoba. Diakui Imam, tindakan penyuluhan ini juga harus dievaluasi. Mengingat selama ini mereka yang datang mengikuti penyuluhan bukan merupakan pengguna narkoba. “Kita akan mencoba strategi lainnya sebagai upaya pencegahan,” tegasnya.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan berharap masyarakat turut serta berperan aktif dalam melakukan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kami selalu turun dan hadir di tengah masyarakat, melalui petugas Binmas, Babinkamtibmas, dan satuan reserse narkoba untuk melakukan upaya pencegahan,” ungkapnya.

Dia berharap masyarakat terus mengaktifkan kegiatan pengawasan di lingkungannya masing-masing, terutama di kawasan rumah kos dan kontrakan. Masyarakat juga diminta berani melaporkan kepada petugas apabila melihat adanya kegiatan yang mencurigakan di lingkungannya.

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 15 Agustus 2017 - 21:06 WIB oleh Yuswantoro dengan judul "Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kota Pendidikan Meningkat". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://daerah.sindonews.com/berita/1230733/23/kasus-penyalahgunaan-narkoba-di-kota-pendidikan-meningkat.
Menurut Tanggapan Saya :


Menurut tanggapan saya, meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di kota yang dikenal sebagai kota pendidikan merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Kota pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, mendukung proses belajar, serta menciptakan lingkungan yang sehat bagi para pelajar dan mahasiswa. Namun, meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba justru menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan kurangnya edukasi tentang bahaya narkoba.

Hal ini bisa disebabkan oleh tekanan akademik, pergaulan yang salah, kurangnya perhatian keluarga, dan lemahnya kontrol sosial. Oleh karena itu, semua pihak – baik keluarga, sekolah, lembaga pendidikan tinggi, hingga pemerintah – perlu bekerja sama lebih serius dalam mengedukasi, mengawasi, dan memberikan wadah positif bagi anak muda agar mereka tidak mencari pelarian yang salah seperti narkoba.

Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan, dan pendidikan karakter sejak dini menjadi kunci untuk membentengi generasi muda dari bahaya tersebut.


Berikut Cara yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Kasus Tersebut 
Khususnya Bagi Pelajar dan Mahasiswa : 

1. Bangun Kesadaran Diri

Pahami dengan jelas dampak negatif narkoba terhadap kesehatan, masa depan, dan hubungan sosial. Pengetahuan ini bisa menjadi benteng awal yang kuat.

2. Pilih Lingkungan Pertemanan yang Positif

Bergaullah dengan teman-teman yang memiliki gaya hidup sehat, aktif, dan mendukung prestasi. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keputusan seseorang.

3. Kelola Stres dengan Sehat

Temukan cara-cara positif untuk mengatasi tekanan, seperti berolahraga, menulis, meditasi, atau curhat kepada orang yang dipercaya.

4. Ikut Kegiatan yang Bermanfaat

Gabung dalam organisasi, komunitas, atau kegiatan ekstrakurikuler untuk mengisi waktu dengan hal-hal produktif dan memperluas jaringan sosial yang sehat.

5. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Keluarga

Keluarga yang terbuka dan peduli bisa menjadi tempat terbaik untuk mencari dukungan emosional saat menghadapi masalah.

6. Tolak dengan Tegas dan Berani

Belajar mengatakan “tidak” pada ajakan yang mencurigakan atau merugikan, dan jangan takut meninggalkan situasi yang tidak sehat.

7. Cari Bantuan Bila Diperlukan

Jika merasa tertekan atau tergoda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan guru BK, konselor, psikolog, atau lembaga terkait.












                       



1 comment:

Tanggapan untuk Kasus Penyalahgunaan di Kota Pendidikan Meningkat

Kasus Penyalahgunaan   Narkoba di Kota  Pendidikan Meningkat  Yuswantoro   Selasa, 15 Agustus 2017 - 21:06 WIB MALANG - Penyalagunaan dan p...